Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Cemara, Sepotong Hati yang Hilang

Gambar
                        Diriku terpaku menatap diam hamparan lumpur basah dan lengket yang terbentang di hadapanku. Suasana sore itu cukup temaram, dengan mendung dan rintik-rintik hujan lembut yang menerpa wajahku. hanya dingin dan sepi kurasakan. Mataku masih saja terus menerawang, meniti jengkal demi jengkal tanah berlumpur yang masih tampak basah dan tergenangi air keruh. Sepekan sudah proses evakuasi korban dihentikan, jenazah-jenazah yang tidak berhasil dikenali telah dimakamkan secara masal. Seperti orang gila, setiap hari kususuri hamparan lumpur nan becek ini, sejengkal demi sejengkal, tanpa bosan, dan selalu dalam diam. Tiada jemu, walaupun tempat ini telah sepi dari hiruk pikuk keramaian proses evakuasi yang telah berlangsung 3 minggu sebelumnya. Hanya menyisakan jejak-jejak kaki yang banyak jumlahnya, galur-galur rantai becho yang telaten mengais-ais timbunan ...